DO NOT MISS
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 November 2015

Rasa Cokelat akan Semakin Beragam

Dalam waktu dekat, pecinta cokelat bisa menikmati cokelat rasa baru.


Dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology, peneliti dari Belgia, negara yang terkenal karena cokelatnya, mengatakan ragi lain yang digunakan dalam tahap fermentasi produksi cokelat menghasilkan rasa dan aroma berbeda pada produk akhir.
Tim peneliti semula mencari ragi "kuat" yang bisa mengalahkan jenis ragi lain, yang tidak diinginkan dalam proses fermentasi.
Dalam fermentasi, biji cokelat itu "dikelilingi bubur lengket, yang difermentasi ragi dan bakteri, memungkinkan ragi dan bakteri lain menyusup, kemudian mungkin mengubah rasa dengan cara yang tidak diinginkan," papar peneliti.
Yang terjadi, masing-masing jenis ragi yang kuat menghasilkan karakteristik berbeda pada cokelat, bahkan ketika menggunakan resep yang sama.
Rasa berbeda itu bertahan bahkan setelah biji yang difermentasi itu menjalani proses pengeringan dan pemanggangan.
Source : http://www.voaindonesia.com

Jumat, 06 November 2015

Inggris Ingin Akses Lebih Besar di Kegiatan Online Warganya




Polisi dan mata-mata Inggris akan mendapatkan kewenangan baru untuk menyisir kegiatan online atau daring warga Inggris di bawah undang-undang baru yang mengatur pengawasan cyber.
RUU Kewenangan Penyelidikan, yang dipublikasikan hari Rabu (4/11), dirancang untuk mengatur akses pihak berwenang dalam aktivitas Internet. Undang-undang tersebut menggantikan sejumlah undang-undang, yang dibuat sejak Web baru diluncurkan.

Menteri Dalam Negeri Theresa May bersikeras bahwa pemerintah "tidak memberikan kewenangan untuk memeriksa riwayat browsing warga," dan mengatakan bahwa undang-undang tersebut berisi perlindungan terhadap penyalahgunaan kewenangan tersebut.

Tapi kelompok kebebasan sipil khawatir dengan laporan-laporan bahwa pemerintah akan memaksa penyedia layanan Internet mencatat aktivitas para pengguna Web dan media sosial selama setahun agar mereka bisa diakses untuk investigasi kriminal atau teroris.

Rancangan undang-undang ini harus disetujui oleh Parlemen sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Source : http://www.voaindonesia.com

Survei: Mayoritas Warga Dunia Cemas akan Pemanasan Global

Sebanyak 54 persen warga di 40 negara mengatakan bahwa pemanasan global adalah "masalah yang sangat serius", terutama warga di Afrika sub-Sahara dan Amerika Latin.

Sementara para pemimpin dunia bersiap menghadiri konferensi perubahan iklim di Paris, sebuah survei global baru mengatakan bahwa mayoritas penduduk bumi memiliki kekhawatiran tentang isu pemanasan global, terutama warga di negara-negara berkembang.
Survei oleh lembaga Pew Research Center yang berbasis di AS itu dilakukan di 40 negara. Lima puluh empat persen responden mengatakan pemanasan global adalah "masalah yang sangat serius," terutama menurut warga di Afrika sub-Sahara dan Amerika Latin.
Namun, warga di Amerika Serikat dan China, dua negara pencemar terbesar dunia, justru memiliki kekhawatiran yang lebih rendah.
Sementara sebagian besar responden yang disurvei di kedua negara mengatakan mereka memiliki kekhawatiran tentang pemanasan global, sekitar 45 persen warga Amerika mengatakan mereka "sangat prihatin" dengan isu ini, tetapi hanya 18 persen warga di China yang merasakan kekhawatiran seperti itu.
Selain itu, sebagian besar responden dalam jajak pendapat mengatakan bahwa menurut mereka negara-negara kaya harus menanggung beban terberat dari biaya perubahan iklim, dan mayoritas juga mengatakan bahwa bencana kekeringan adalah salah satu dampak pemanasan global yang paling mereka takutkan.

Source http://www.voaindonesia.com

Berlian Mungkin Ditemukan pada Lebih Banyak Jenis Batuan

Mungkin ada lebih banyak berlian di dalam perut bumi, tapi para peneliti mengatakan ukurannya kemungkinan sangat kecil.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa berlian tidak seistimewa yang dikira sebelumnya. Walaupun begitu, bukan berarti harga berlian akan menjadi murah.
Dalam jurnal Nature Communications, para peneliti dari Johns Hopkins University mengatakan bahwa pembentukan berlian berada "jauh di dalam perut bumi."
Jangan bayangkan berlian yang besar, karena menurut para peneliti dibutuhkan mikroskop untuk melihat berlian yang berasal dari perut bumi, yang ukurannya hanya beberapa mikron saja.
Sebelum penelitian ini, para ilmuwan mengira berlian terbentuk lewat satu dari dua cara, yaitu melalui oksidasi metana atau melalui reduksi kimia karbon dioksida dalam cairan yang bergerak, kedua cara itu membutuhkan keadaan khusus yang jarang terjadi.
Penelitian ini mengemukakan cara pembentukan berlian yang lebih sederhana yang melibatkan reaksi air asam terhadap bebatuan di dalam bumi.
"Semakin dicari, berlian semakin banyak ditemukan pada jenis-jenis batu yang berbeda," kata penulis penelitian tersebut, Dimitri Sverjensky, seorang ahli geokimia di John Hopkins.
"Saya pikir semua orang setuju kalau pembentukan berlian bisa ditemukan di berbagai macam lingkungan."
Jadi walaupun penelitian tersebut tidak akan menghasilkan berlian yang berlimpah, tapi memungkinkan terciptanya pemahaman lebih dalam tentang gerakan cairan di dalam perut bumi. Hal ini akan memungkinkan kita lebih memahami peran siklus karbon dalam kehidupan.
“Cairan adalah penghubung utama antara permukaan dan perut bumi,” kata Sverjensky. “Itu sebabnya sangat penting memahaminya.”

Repost from http://www.voaindonesia.com
 
Copyright © 2014 Alpha Centauri Science Club. Designed by OddThemes