Dalam waktu dekat, pecinta cokelat bisa menikmati cokelat rasa baru.
Dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology,
peneliti dari Belgia, negara yang terkenal karena cokelatnya, mengatakan
ragi lain yang digunakan dalam tahap fermentasi produksi cokelat
menghasilkan rasa dan aroma berbeda pada produk akhir.
Tim peneliti semula mencari ragi "kuat" yang bisa mengalahkan jenis ragi lain, yang tidak diinginkan dalam proses fermentasi.
Dalam fermentasi, biji cokelat itu "dikelilingi bubur lengket, yang
difermentasi ragi dan bakteri, memungkinkan ragi dan bakteri lain
menyusup, kemudian mungkin mengubah rasa dengan cara yang tidak
diinginkan," papar peneliti.
Yang terjadi, masing-masing jenis ragi yang kuat menghasilkan
karakteristik berbeda pada cokelat, bahkan ketika menggunakan resep yang
sama.
Rasa berbeda itu bertahan bahkan setelah biji yang difermentasi itu menjalani proses pengeringan dan pemanggangan.
Source : http://www.voaindonesia.com
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Posting Komentar