Hujan Besi Cair Turun di Planet Asing Ini
Posted by
Alpha Centauri Science Club
on
10:11:00 PM
in
Astronomi
|

Info Astronomy - Sebuah penelitian terbaru oleh para astronom
berhasil mengungkap pola cuaca di sebuah planet asing yang berada di
luar Tata Surya kita untuk pertama kalinya. Pada planet asing tersebut
terdapat lapisan awan, yang terdiri dari debu panas dan tetesan besi
cair.
Temuan dari studi ini bisa meningkatkan kemampuan para astronom untuk
mengetahui apakah kondisi di planet ekstrasurya yang jauh dari Bumi
mampu mendukung kehidupan. Sebuah tim yang dipimpin oleh University of Edinburgh
menggunakan teleskop di Chile untuk meneliti pola cuaca pada planet
asing yang bernama PSO J318.5-22 (ya, Anda boleh abaikan untuk membaca
namanya).
Planet asing tersebut diperkirakan berumur sekitar 20 juta tahun, dan
terletak sekitar 75 tahun cahaya dari Bumi. [1 tahun cahaya = 9,4
triliun kilometer]
Para astronom berhasil menangkap ratusan citra inframerah dari planet
asing ini selama 5 jam observasi. Dengan membandingkan kecerahan cahaya
PSO J318.5-22 dengan para tetangganya, tim menemukan bahwa planet ini
terselimuti dalam beberapa lapisan awan tebal dan tipis. Ini menyebabkan
perubahan pada kecerahan cahayanya.
Diperkirakan planet PSO J318.5-22 ini memiliki ukuran yang mirip seperti
ukuran Jupiter (planet terbesar di Tata Surya kita) namun dengan massa
kira-kira delapan kali lebih besar dari massa Jupiter. Suhu di dalam
awan di PSO J318.5-22 melebihi 800° C.
Tim astronom ini mampu secara akurat mengukur perubahan kecerahan pada
PSO J318.5-22 karena planet ini tidak mengorbit sebuah bintang, biasa
disebut planet pengembara. Bintang seperti Matahari kita memancarkan
sejumlah besar cahaya, yang dapat mempersulit pengukuran yang dilakukan
untuk menghitung kecerahan planet yang mengorbit mereka.
Tim berharap bisa beradaptasi dengan teknik pencarian planet sehingga
mereka dapat mempelajari planet-planet yang mengorbit sebuah bintang,
tidak hanya mempelajari planet pengembara saja. Teknik-teknik tersebut
nantinya diharapkan bisa diterapkan untuk penelitian planet yang dingin,
planet bermassa rendah, atau planet yang mampu mendukung kehidupan.
Penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal ini didanai oleh Science and Technology Facilities Council,
Amerika Serikat. Penelitian ini dilakukan dalam rangka kerja sama
dengan peneliti yang berbasis di AS, Jerman, Perancis dan Spanyol.
Repost : http://www.infoastronomy.co.vu
Posting Komentar